
Munafri meninjau langsung dari kawasan hulu di Bukit Baruga hingga hilir di sekitar Jembatan Leimena untuk melihat trase jalan tembus. Berdasarkan rencana, jalur baru sepanjang ±1,5 km akan melintasi aliran Sungai Tello, dari area driving range Baruga hingga tembus ke Jalan Leimena. Jalan ini dirancang dengan lebar 30 meter dan tidak hanya menjadi akses lalu lintas, tetapi juga dikembangkan sebagai kawasan ekonomi baru.
Di sepanjang jalur, Pemkot bersama Kalla Group akan menyiapkan sentra kuliner dan pasar wisata di tepi sungai, yang ditargetkan mulai dikerjakan akhir 2025. Jalur tersebut juga diproyeksikan dapat diperpanjang hingga ke kawasan BTP dengan total panjang mencapai 5 km, sehingga benar-benar menjadi akses alternatif yang cepat dan efisien.
Selain mengurai kemacetan, jalur baru ini juga akan dipadukan dengan sistem pengendalian banjir.
“Kita maksimalkan jalur air untuk mengantisipasi genangan. Jadi manfaatnya ganda, mengurai kemacetan sekaligus menangani banjir,” jelas Munafri.
Namun, ia mengingatkan bahwa proses pembebasan lahan tetap menjadi tantangan.
“Kalau swasta bisa lebih cepat, tapi pemerintah ada prosedur yang harus ditempuh. Meski begitu, kita optimis karena tim sudah mulai memetakan pekerjaan awal,” ungkapnya.





