
Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda berhenti mencari siapa yang salah, dan mulai berpikir tentang solusi bersama demi kedamaian kota. Menurutnya, salah satu akar persoalan terletak pada minimnya aktivitas produktif pemuda.
Pemerintah, kata Munafri, melalui Makassar Creative Hub, telah membuka akses kursus dan pelatihan berbagai skill untuk anak Muda Kita Makassar.
Ia menekankan bahwa semakin banyak pemuda yang terlibat dalam kegiatan positif, semakin kecil peluang munculnya gesekan di tengah masyarakat.
“Mauki jadi bartender bisa kursus, ada tempatnya. Cewek-cewek mau jadi make up artist, bisa. Ini (perang kelompok) terjadi karena pemuda kita tidak ada kegiatan. Kita mau yang ada di tengah masyarakat ini ada kegiatan produktif sehingga tidak ada waktu baku kompor-kompor sama temannya,” jelasnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah melalui program MCH untuk terus menghadirkan pelatihan dan peluang kerja, sehingga energi pemuda tersalurkan pada hal-hal yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Selain itu, Munafri mengingatkan pentingnya mendekatkan diri pada agama sebagai perisai menghadapi pikiran negatif.





