
Selain itu, Munafri juga mengungkapkan keinginannya menghadirkan nuansa budaya di ruang publik, termasuk di Balai Kota dengan menampilkan kecapi dan sinrilik. Ia menilai regenerasi seni tradisional perlu diperkuat agar tidak terputus di kalangan generasi muda.
Ia juga memaparkan rencana membangun gedung pertunjukan representatif sebagai wadah bagi anak muda untuk berlatih dan berkarya.
Bahkan, Munafri menggagas festival muara—sebuah kegiatan budaya yang menggabungkan kekayaan laut dan sungai Makassar—untuk dijadikan ikon baru kota.
Diketahui, kedatangan pengurus DKM tak lain untuk memperkenalkan jajaran pengurus baru sekaligus melaporkan program kerja sebelumnya yang berfokus pada edukasi seni. Pihaknya juga menyampaikan rencana pelantikan dan integrasi program DKM ke dalam program pemerintah kota Makassar.
“Harapan-harapan pak wali akan di distribusi ke bidang-bidang. Dimulai dengan dua lorong percontohan setelah pengukuhan,” ujar Ketua DKM, Juniar Arge.
(*)





