NasionalNews

Mendagri Tito: Pemda Diminta Biasa Hadapi Pemotongan TKD

“Kita harus membangun kultur baru, yakni tidak terlalu bergantung pada dana pusat, melainkan memperkuat kemampuan fiskal daerah sendiri,”ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa kebijakan pemotongan TKD tidak berarti pemerintah pusat menarik dukungan dari daerah.

Justru, kata dia, langkah ini merupakan strategi untuk menjaga kesinambungan fiskal nasional, sekaligus mendorong daerah lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan.

Ia menegaskan, tidak semua jenis dana transfer akan mengalami pemangkasan. Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan akan tetap disalurkan penuh.

BACA JUGA  Mendagri Tito: Inflasi Nasional Turun, SPHP Bantu Stabilkan Harga Beras

“Kita tidak mungkin memangkas dana yang menyangkut layanan dasar publik. Fokus kita adalah efisiensi pada belanja-belanja birokrasi,”tegas Tito.

Selain itu, ia menyoroti perlunya pengawasan internal yang ketat terhadap penggunaan dana daerah. Pemerintah daerah diimbau memperbaiki tata kelola keuangan dan memastikan setiap anggaran diprioritaskan untuk kegiatan produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tito mencontohkan beberapa daerah yang mampu bertahan di tengah keterbatasan anggaran, salah satunya Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

BACA JUGA  Dirjen Kemendagri, Kupas Regulasi Penggunaan Anggaran BTT di Hadapan SKPD Pemkot Makassar

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button