
Tito menutup arahannya dengan menekankan pentingnya disiplin anggaran dan kemandirian fiskal daerah. Ia yakin, dengan pengelolaan yang tepat, pemerintah daerah tetap mampu memberikan pelayanan publik yang optimal meskipun dana transfer dari pusat berkurang.
“Kita harus belajar hidup dengan kemampuan sendiri. Itulah semangat otonomi daerah yang sejati,”pungkasnya.
(*)





