
Kenyataan bahwa mikroplastik kini ikut terbawa oleh hujan menjadi bukti nyata bahwa pencemaran plastik sudah menyentuh fase yang mengkhawatirkan.
Partikel-partikel halus tersebut terbawa angin, melayang di udara, lalu mengendap saat hujan turun ke bumi.
Secara kasatmata, air hujan masih tampak bersih, namun pada tingkat mikroskopis, ia menyimpan bahan pencemar yang bisa berdampak besar bagi ekosistem dan kesehatan manusia.
Dari sisi kesehatan, dampak mikroplastik pada tubuh manusia belum sepenuhnya diketahui, namun sejumlah ahli memperingatkan potensi bahaya jangka panjangnya.
Menurut pakar kesehatan masyarakat Dicky Budiman, partikel berukuran sangat kecil ini dapat terhirup atau tertelan, kemudian menumpuk di saluran pernapasan atau pencernaan.
Dalam jangka panjang, keberadaannya bisa memicu peradangan kronis dan gangguan hormonal akibat zat kimia berbahaya seperti bisfenol A (BPA) atau ftalat yang sering digunakan dalam produksi plastik.
Lebih jauh, mikroplastik juga dapat menjadi pembawa logam berat dan mikroorganisme berbahaya yang menempel di permukaannya, sehingga menambah risiko bagi tubuh manusia.





