
Tak hanya membahayakan manusia, mikroplastik dalam air hujan juga mengancam ekosistem darat dan laut.
Air hujan yang jatuh ke tanah akan mengalir ke sungai, lalu bermuara ke laut, membawa serta partikel plastik ke seluruh rantai makanan.
Hewan air yang menelan mikroplastik pada akhirnya akan dikonsumsi manusia, menciptakan siklus kontaminasi yang sulit diputus.
Di beberapa wilayah pesisir, terutama daerah yang masih mengandalkan air hujan sebagai sumber air utama, ancaman ini bahkan lebih besar karena air yang tampak bersih sebenarnya sudah tercemar.
Pemerintah dan lembaga riset kini tengah berupaya mengatasi masalah ini dengan memperkuat pengelolaan sampah plastik dari hulu hingga hilir.
BRIN juga mendorong adanya regulasi khusus yang mengatur kadar mikroplastik di udara dan air, mengingat belum ada standar nasional terkait hal tersebut.
Meski begitu, upaya pencegahan paling mendasar tetap berada di tangan masyarakat: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membakar sampah sembarangan, serta meningkatkan kesadaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena mikroplastik dalam air hujan menjadi peringatan keras bahwa polusi plastik telah menembus batas alam.





