
SOLUSIMEDIA.ID,MAROS Peran ayah dalam keluarga sering kali hanya diidentikkan dengan pencari nafkah. Untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak, keterlibatan ayah secara aktif dalam pengasuhan menjadi kunci utama.
Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Sosialisasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini merupakan bagian dari lima Quick Win Program Kemendukbangga/BKKBN, yang dirancang untuk mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga berkualitas.
Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) merupakan inisiatif strategis Kemendukbangga/BKKBN untuk mengajak para ayah dan calon ayah agar:
- Hadir: secara fisik, emosional, dan psikologis dalam kehidupan anak.
- Bergerak: aktif terlibat dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak.
- Menjadi Teladan: memberikan contoh positif di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dalam sambutannya, perwakilan BKKBN Sulsel menegaskan pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
“Ayah yang teladan bukan hanya pemimpin keluarga, tetapi juga penopang tumbuhnya generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah pihak tampak menghadiri sosialisasi, mulai dari aparat kepolisian, kader KB, hingga tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran ayah di tengah keluarga.
Peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan — mulai dari masa kehamilan, tumbuh kembang anak, hingga usia remaja. Keterlibatan ini terbukti berpengaruh besar terhadap pencegahan masalah sosial seperti stunting dan fenomena fatherless (minim figur ayah dalam keluarga).
Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Kemendukbangga/BKKBN Sulsel berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.
Langkah ini sejalan dengan visi nasional dalam mewujudkan keluarga harmonis dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(*)





