
“Ini bentuk apresiasi kepada anak-anak hafiz dan hafizah, sekaligus dorongan agar mereka terus istiqamah sebagaimana arahan Bapak Wali Kota. Kami juga ingin menunjukkan bahwa anak-anak panti asuhan bisa menjadi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, seleksi 100 hafiz dilakukan secara khusus, dengan syarat peserta mampu setoran hafalan dalam satu kali duduk.
(*)





