
Ia menyampaikan bahwa perhatian terhadap fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi hal mendesak dalam upaya mempersiapkan generasi yang sehat dan produktif.
“Isu stunting harus menjadi perhatian utama. PJPK sudah menggariskan strategi penguatan intervensi spesifik dan sensitif yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah,” jelasnya.
Kedua narasumber tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan pendidikan, keterampilan vokasi, serta literasi digital agar generasi muda Sulsel mampu bersaing di tengah transformasi teknologi.
Penguatan program Keluarga Berencana (KB) disebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk.
Selain itu, diskusi turut mengangkat kekhawatiran mengenai fase setelah bonus demografi berakhir, ketika populasi memasuki tahap lanjut usia.
PJPK dinilai telah memberikan arah kebijakan terkait perlindungan sosial, penguatan ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan tenaga kerja agar masyarakat tetap produktif hingga masa tua.
Menurut pemaparan para pakar, tantangan implementasi PJPK di Sulsel terletak pada koordinasi lintas sektor, konsistensi penganggaran, serta perubahan perilaku masyarakat dalam hal pola asuh, gizi, dan manajemen kehidupan keluarga.





