
Senada dengan itu, Kepala Bidang Cagar Budaya, Hj. Haryanti Ramli, menegaskan bahwa dokumentasi visual memiliki peran penting dalam upaya pelestarian.
“Setiap foto memiliki cerita dan memori. Melalui LAFOCA, kami berharap hadir perspektif baru tentang cagar budaya di Makassar. Foto-foto tersebut bukan hanya karya seni, tetapi juga arsip visual berharga untuk pelestarian ke depan,” ungkapnya.
LAFOCA Jilid III menyediakan total hadiah Rp5.000.000 bagi para pemenang, termasuk Juara 1, 2, 3, dan Juara Harapan.
Dinas Kebudayaan mengajak masyarakat, komunitas fotografi, serta pemerhati sejarah untuk berpartisipasi dan mengambil peran dalam merawat memori kota melalui karya visual terbaik.
(*)





