
“Sentuhan budaya lokal ini mendapat respons luar biasa. Aplause meriah terdengar dari para tamu internasional yang mengapresiasi cara Makassar menampilkan identitas budaya Makassar (Lontara) di panggung global,” jelas Roem.
Kadis Kominfo itu menuturkan, bahwa Munafri menutup paparan materi dengan cara penuh makna, karena memperkenalkan batik Lontara yang ia kenakan sebagai simbol identitas budaya Bugis-Makassar.
Gestur sederhana itu langsung mengundang perhatian para pembicara dan peserta forum. Tepuk tangan bergema memenuhi ruangan, menandai apresiasi para tamu dunia terhadap kekayaan budaya yang dibawanya dari Makassar.
Tak berhenti di situ, beberapa pembicara internasional bahkan mendatangi Wali Kota Munafri seusai sesi presentasi. Mereka bertanya lebih jauh tentang makna Lontara, sejarahnya, hingga filosofi yang melekat pada motif keemasan yang dikenakannya.
Kekaguman mereka semakin terasa ketika mereka meminta kesempatan berfoto bersama Wali Kota sebagai bentuk penghormatan dan rasa penasaran terhadap budaya yang begitu unik.
“Pak Wali Kota (Pak Appi) menutup paparannya dengan memperkenalkan batik lontara, dan mendapatkann aplause dan beberapa pembicara bertnya tentang batik lontara kepada beliau, dan mengajak berfoto bersama,” tuturnya.





