
“Apalagi wilayah ini setiap tahun menjadi langganan banjir, sehingga memang perlu penanganan yang serius dan menyeluruh,” tambah Munafri.
Peninjauan ini sekaligus menjadi dasar awal bagi Pemkot Makassar, untuk merumuskan langkah strategis dan solusi konkret agar permasalahan banjir di kawasan tersebut dapat ditangani secara berkelanjutan.
Wilayah di bagian timur Kota Makassar ini, memang dikenal sebagai salah satu titik yang kerap dilanda banjir setiap kali musim hujan tiba.
Hampir setiap tahun, warga di Perumahan Kodam III, hingga kawasan Jalan Paccerakkang harus menghadapi persoalan yang sama, akibat kiriman air meluap, jalanan tergenang, dan aktivitas masyarakat lumpuh sementara waktu.
Kondisi ini menjadikan banjir seolah “langganan tahunan”. Dalam peninjauan tersebut, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, melihat langsung kondisi terkini di lapangan.
Seperti terlihat sore ini, genangan air menutup badan jalan, menghambat arus lalu lintas, bahkan menyebabkan sejumlah pengendara roda dua mengalami mogok dan terpaksa mendorong kendaraannya melewati genangan.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan keterangan warga, banjir yang terjadi dipicu oleh luapan air kiriman dari Sungai Biring Je’ne akibat tingginya intensitas hujan.





