
“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegasnya.
Menurutnya, optimalisasi aset idle merupakan solusi cerdas dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan efisien.
Kendaraan-kendaraan yang telah dibranding oleh Dinas Sosial dinilai mampu menjawab kebutuhan lapangan, khususnya dalam penanganan persoalan sosial di Kota Makassar.
Meski demikian, Munafri juga mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan maksimal.
“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.
Dia optimistis, dengan sedikit perbaikan, kendaraan-kendaraan tersebut masih sangat layak digunakan.
Kehadiran armada operasional ini diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutup Munafri.





