
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat komitmen pembangunan inklusif dengan memastikan kawasan kepulauan menjadi bagian integral dari agenda pembangunan kota.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam perumusan kebijakan berbasis riset dan data.
Komitmen ini mengemuka dalam audiensi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Pemerintah Kota Makassar, yang digelar di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (19/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak FISIP Unhas memaparkan sejumlah rekomendasi strategis terkait pengelolaan wilayah kepulauan yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan lingkungan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pulau.
Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ahmad Yani, menegaskan pentingnya pendekatan berbagai aspek dalam pengelolaan pembangunan kawasan kepulauan di Kota Makassar.
Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya, kebijakan pembangunan kawasan pulau cenderung menggunakan pendekatan one size fits all atau fits for all, di mana satu model kebijakan diterapkan secara seragam pada pulau di Kecamatan Sangkarang.





