
“Kami dorong sekolah rakyat ini dibangun di pulau agar anak-anak tidak setiap hari harus melawan ombak untuk sekolah. Persyaratannya memang ketat, seperti kebutuhan lahan tujuh hektar, tapi kami minta ada pengecualian untuk wilayah pulau,” terangnya.
Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan alternatif lain berupa rumah singgah atau asrama khusus bagi anak-anak pulau yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, mengingat akses SMA di pulau masih sangat terbatas.
“Ini untuk memastikan mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa terhambat kondisi geografis,” jelasnya.
Munafri menegaskan, seluruh program tersebut tetap harus melalui proses perencanaan dan penganggaran yang matang serta disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Terkait persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di pulau, Munafri menyampaikan Pemkot Makassar akan mengoptimalkan keberadaan insinerator dengan penerapan standar yang lebih baik.(*)





