
“Persoalan infrastruktur seperti jalan rusak, banjir, dan drainase masih menjadi isu dominan yang disampaikan masyarakat, baik dalam Musrenbang maupun pada saat kegiatan reses,” ujar Umiyati kepada wartawan seusai forum.
Musrenbang Kecamatan Panakkukang secara resmi dibuka oleh Drs. H. Irwan Rusfiady Adnan, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Sosial Sekretariat Daerah Kota Makassar yang mewakili Wali Kota Makassar.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan usulan pembangunan yang partisipatif dan disesuaikan langsung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Melalui Musrenbang, para legislator berharap usulan masyarakat — khususnya yang menyangkut peningkatan kualitas jalan, penanganan genangan air, serta perbaikan drainase — dapat diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2027.
Penyusunan prioritas pembangunan ini diharapkan mencerminkan kebutuhan nyata warga di Panakkukang, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Para anggota DPRD mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk menindaklanjuti usulan yang telah teridentifikasi, sehingga masalah lama seperti banjir musiman dan infrastruktur jalan yang belum memadai tidak terus berulang dari tahun ke tahun.





