
Efek Migdal dinilai dapat menjadi salah satu cara baru untuk mendeteksi keberadaan materi gelap melalui sinyal yang sebelumnya sulit ditangkap.
Selain menutup celah panjang antara teori dan eksperimen, keberhasilan ini juga mempertegas posisi China sebagai salah satu pusat riset fisika terdepan dunia.
Studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bergengsi dan mendapat perhatian luas dari komunitas ilmiah global.
Dengan terkonfirmasinya teori yang telah menunggu pembuktian selama 87 tahun, para ilmuwan kini memiliki dasar baru untuk menggali lebih dalam misteri alam semesta.
Penemuan ini bukan hanya menjawab pertanyaan lama, tetapi juga membuka jalan bagi riset lanjutan yang berpotensi mengungkap rahasia terbesar kosmos yang selama ini tersembunyi.
(*)





