Harga Emas Global Jatuh, Warga Ritel Antre Memborong Emas di Singapura

“Saya datang untuk membeli karena harga emas turun hari ini,” kata Ng Beng Choo, seorang pensiunan berusia sekitar 70 tahun, dikutip dari Business Times, Selasa (3/2/2026).
Peristiwa ini menunjukkan kecenderungan investor ritel untuk “membeli saat harga turun” (buy the dip), mengambil peluang dari koreksi harga untuk mengakumulasi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) dalam portofolio mereka.
Antrean panjang terjadi terutama di bank dan dealer emas fisik yang masih menyediakan produk batangan dan koin meskipun ketersediaannya terbatas akibat lonjakan permintaan mendadak.
Para analis pasar menyebut fenomena ini sebagai respons terhadap kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik, yang mendorong investor individu tetap mempercayai emas sebagai instrumen investasi jangka panjang sekaligus pelindung nilai kekayaan, meskipun harga emas sedang turun.
Selain itu, permintaan emas di Singapura sendiri telah menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan laporan mencatat lonjakan permintaan investasi emas fisik yang mencapai rekor tertinggi di kawasan Asia Tenggara pada tahun sebelumnya, terlepas dari fluktuasi harga.





