
SOLUSIMEDIA.ID — Konsumsi susu dipandang sebagai salah satu cara efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh, terutama protein, kalsium, dan vitamin.
Dalam perspektif ahli gizi, tidak semua jenis susu memberikan manfaat yang sama, sehingga penting bagi masyarakat mengetahui pilihan susu yang paling sehat sesuai kebutuhan masing-masing.
Menurut laporan sumber media kesehatan, berbagai milk atau susu yang tersedia di pasaran memiliki perbedaan kandungan gizi dan manfaat kesehatan.
Susu sapi tetap menjadi salah satu pilihan yang sering dianggap menyehatkan karena kaya akan protein dan kalsium, serta nutrisi penting lain yang mendukung kesehatan tulang dan tubuh secara menyeluruh.
Kandungan proteinnya yang lengkap membantu memenuhi kebutuhan asam amino esensial, sementara kalsium dan vitamin D berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang kuat.
Selain susu sapi, adapula susu nabati (plant-based milk) yang semakin populer di kalangan konsumen yang peduli kesehatan atau yang mengalami intoleransi laktosa.
Menurut ahli, beberapa jenis susu nabati memiliki keunggulan dalam aspek tertentu, meskipun kandungan nutrisinya berbeda-beda.
Jenis susu nabati yang dianggap sehat antara lain:
- Susu kedelai, yang kandungan proteinnya hampir mendekati susu sapi dan sering diperkaya dengan kalsium serta vitamin B12.
- Susu almond, rendah kalori dan lemak, menjadi pilihan bagi mereka yang ingin asupan susu dengan kandungan energi lebih ringan.
- Susu oat, tinggi serat larut yang baik bagi pencernaan serta dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
- Susu beras atau susu kelapa, yang meskipun relatif lebih rendah protein, dapat menjadi alternatif bagi individu dengan alergi terhadap susu hewani atau kacang-kacangan tertentu.
Ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak hanya melihat satu aspek saja, seperti kadar lemak atau kalori, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nutrisi keseluruhan, intoleransi makanan, dan tujuan kesehatan pribadi saat memilih jenis susu.
Perlu diingat bahwa beberapa susu, khususnya yang dipasarkan sebagai non-dairy milk, sering kali diperkaya (fortified) dengan vitamin dan mineral tambahan untuk meniru profil nutrisi susu hewani, sehingga pembaca tetap dianjurkan mengecek label kemasan sebelum membeli.
Dengan begitu, pilihan susu yang paling sehat tidak bersifat “satu ukuran cocok untuk semua”, tetapi tergantung pada konteks kesehatan dan kebutuhan gizi masing-masing individu.
(*)





