
Kombinasi inilah yang dinilai lebih berisiko. Lemak jenuh dan zat kimia tertentu dalam makanan olahan dapat memicu kerusakan sel pada usus dan kolon, serta meningkatkan risiko terjadinya kanker.
- Kondisi Tubuh Tertentu
Orang dengan lambung sensitif, riwayat maag kronis, atau gangguan pencernaan lainnya lebih rentan mengalami iritasi saat terlalu sering mengonsumsi makanan pedas.
Jika luka atau iritasi tersebut tidak ditangani dengan baik, peradangan kronis dapat terjadi dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan serius, termasuk kanker.
Konsumsi Secara Bijak
Kesimpulannya, makan pedas tidak secara langsung menyebabkan kanker usus. Namun, konsumsi berlebihan yang disertai pola makan tidak sehat dapat menjadi pemicu tidak langsung.
Sebaiknya konsumsi makanan pedas secara wajar, imbangi dengan asupan sayuran berserat, cukup minum air putih, serta terapkan pola makan seimbang agar sistem pencernaan tetap sehat dan terjaga.
(*)





