
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan turut menyiapkan fasilitas cold storage di lokasi Edufarm guna menjaga kualitas hasil panen kelompok tani.
Aulia menekankan bahwa Urban Farming bertujuan mewujudkan kemandirian pangan keluarga, terutama dalam menekan inflasi komoditas seperti cabai dan tomat yang sering mengalami kenaikan harga di masa Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Solusi Bagi Warga Tanpa Lahan Bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas, DP2 Makassar menawarkan solusi berupa budidaya jamur.
“Budidaya jamur bisa dilakukan di dalam rumah atau dapur, sehingga keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk ber-urban farming,” tambahnya.
DP2 juga bekerja sama dengan Universitas Islam Makassar (UIM) untuk memberikan pelatihan teknis bagi warga.
Mekanisme Partisipasi Masyarakat Saat ini, tercatat sudah ada 266 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani (KT) yang aktif di 15 kecamatan.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai “Sahabat Urban Farming”, berikut syarat pembentukannya:
- Membentuk kelompok minimal terdiri dari 20 orang.
- Mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari Lurah setempat.
- Mengajukan proposal bantuan ke Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar juga menjadikan keberhasilan Urban Farming sebagai salah satu indikator kinerja bagi Ketua RT/RW guna memastikan program ini menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.





