MakassarNews

Transformasi Urban Farming 2026: DP2 Kota Makassar Kembangkan Edufarm Terintegrasi sebagai Solusi Ketahanan Pangan Kota

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan turut menyiapkan fasilitas cold storage di lokasi Edufarm guna menjaga kualitas hasil panen kelompok tani.

Aulia menekankan bahwa Urban Farming bertujuan mewujudkan kemandirian pangan keluarga, terutama dalam menekan inflasi komoditas seperti cabai dan tomat yang sering mengalami kenaikan harga di masa Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Solusi Bagi Warga Tanpa Lahan Bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas, DP2 Makassar menawarkan solusi berupa budidaya jamur.

BACA JUGA  Hadiri Forum Indonesia on the Move,Wali Kota Munafri Perkuat Arah Mobilitas Perkotaan

“Budidaya jamur bisa dilakukan di dalam rumah atau dapur, sehingga keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk ber-urban farming,” tambahnya.

DP2 juga bekerja sama dengan Universitas Islam Makassar (UIM) untuk memberikan pelatihan teknis bagi warga.

Mekanisme Partisipasi Masyarakat Saat ini, tercatat sudah ada 266 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani (KT) yang aktif di 15 kecamatan.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai “Sahabat Urban Farming”, berikut syarat pembentukannya:

  1. Membentuk kelompok minimal terdiri dari 20 orang.
  2. Mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari Lurah setempat.
  3. Mengajukan proposal bantuan ke Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar.
BACA JUGA  Indira Yusuf Ismail Dampingi Iriana Jokowi Dalam Bimtek Hortikultura dan Tinjau Produk Kerajinan di Makassar

Pemerintah Kota Makassar juga menjadikan keberhasilan Urban Farming sebagai salah satu indikator kinerja bagi Ketua RT/RW guna memastikan program ini menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button