
Melalui tahapan ini, Pemkot Makassar berharap menghadirkan kepala puskesmas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga inovatif dalam meningkatkan mutu layanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan seleksi diikuti 84 peserta untuk mengisi 47 posisi kepala puskesmas di 15 kecamatan.
Setelah uji kompetensi, peserta mengikuti wawancara yang dinilai oleh lima panelis untuk melihat lebih dalam kapasitas kepemimpinan dan manajerial mereka.
Ia menjelaskan, panelis menilai berbagai aspek penting seperti integritas, kemampuan pemecahan masalah, hingga inovasi yang bisa mereka hadirkan. Hal ini dinilai penting agar ke depan puskesmas bisa menjadi fasilitas kesehatan yang bermutu.
Nursaidah menambahkan, uji kompetensi ini juga menjadi bagian dari implementasi manajemen talenta di lingkungan Pemkot Makassar untuk memetakan potensi ASN secara objektif.
“Dengan uji kompetensi ini, kita bisa melihat langsung siapa yang memiliki potensi dan siapa yang perlu dikembangkan,” paparnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin sebagai upaya peningkatan kapasitas ASN sektor kesehatan.





