MakassarNews

Seleksi Kepala Puskesmas Makassar Diperketat, 84 Peserta Ikuti Uji Kompetensi dan Wawancara

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menggelar tahapan wawancara seleksi calon kepala puskesmas sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar. Tahapan ini menilai kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman teknis peserta di bidang layanan kesehatan.

Sekretaris Daerah Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan uji kompetensi yang dilanjutkan dengan wawancara menjadi langkah strategis untuk menempatkan sumber daya manusia sesuai kompetensinya.

“Uji kompetensi dan tahapan wawancara ini penting untuk memastikan bahwa calon kepala puskesmas memiliki kemampuan manajerial dan teknis yang memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya di Balai Kota Makassar, Selasa (7/4).

Ia menilai peran kepala puskesmas sangat krusial dalam menentukan kualitas layanan kesehatan tingkat pertama, sehingga proses seleksi harus berlangsung ketat dan profesional.

“Kami ingin memastikan bahwa yang terpilih benar-benar memiliki komitmen, integritas, serta kemampuan dalam memimpin dan mengelola fasilitas pelayanan kesehatan secara optimal,” paparnya.

BACA JUGA  Langgar Fasum dan Drainase, 60 Lapak PKL di BTP Direlokasi ke Tempat Steril

Melalui tahapan ini, Pemkot Makassar berharap menghadirkan kepala puskesmas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga inovatif dalam meningkatkan mutu layanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan seleksi diikuti 84 peserta untuk mengisi 47 posisi kepala puskesmas di 15 kecamatan.

Setelah uji kompetensi, peserta mengikuti wawancara yang dinilai oleh lima panelis untuk melihat lebih dalam kapasitas kepemimpinan dan manajerial mereka.

Ia menjelaskan, panelis menilai berbagai aspek penting seperti integritas, kemampuan pemecahan masalah, hingga inovasi yang bisa mereka hadirkan. Hal ini dinilai penting agar ke depan puskesmas bisa menjadi fasilitas kesehatan yang bermutu.

BACA JUGA  Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Tekankan Optimalisasi Rumah Data dan PJPK

Nursaidah menambahkan, uji kompetensi ini juga menjadi bagian dari implementasi manajemen talenta di lingkungan Pemkot Makassar untuk memetakan potensi ASN secara objektif.

“Dengan uji kompetensi ini, kita bisa melihat langsung siapa yang memiliki potensi dan siapa yang perlu dikembangkan,” paparnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin sebagai upaya peningkatan kapasitas ASN sektor kesehatan.

“Minimal bagi yang belum terpilih, mereka sudah mendapatkan peningkatan kapasitas. Ini menjadi bagian dari upaya kita meng-upgrade kemampuan ASN secara berkelanjutan,” katanya.

Hasil akhir seleksi akan dilaporkan kepada Wali Kota Makassar untuk ditetapkan sesuai kebutuhan organisasi.

“Ke depan, kepala puskesmas harus mampu berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kolaborasi lintas sektor,” tutup Nursaidah. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button