
Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar itu menegaskan peningkatan investasi daerah merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat agar seluruh daerah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan bersaing menarik investor.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar saat ini berada di kisaran 5,3 persen. Sementara itu, realisasi investasi mencapai sekitar Rp5,3 triliun dalam satu tahun.
“Ini menunjukkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Kota Makassar sangat tinggi,” katanya.
Selain itu, sejumlah indikator makro ekonomi juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran berhasil ditekan dari sekitar 10 persen menjadi 9 persen, sementara angka kemiskinan menurun dari di atas 5 persen menjadi sekitar 4 persen.
Andi Zulkifly menilai capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi adalah keamanan. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar Kota Makassar tetap kondusif,” ujarnya.





