
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan penuh untuk memberangkatkan 9.670 calon jamaah haji -CJH pada musim haji tahun 1447 H/2026 M.
Jamaah kloter pertama Embarkasi Makassar dari Kabupaten Soppeng dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 21 April dan bertolak ke Tanah Suci pada 22 April 2026.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sulawesi Selatan, H. Iqbal Ismail, S.Ag., M.Ag., dalam wawancara eksklusif oleh team solusimedia.id menyampaikan bahwa seluruh tahapan administrasi, termasuk penerbitan visa, telah mencapai 100 persen. Ia juga menekankan adanya inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
“Alhamdulillah, proses pentadbiran jemaah sudah selesai sepenuhnya, termasuk visa. Malah, untuk tahun ini, penyelesaian pengurusan visa jauh lebih cepat berbanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Iqbal Ismail di Makassar.
Terdapat dua perbedaan teknis yang signifikan dalam pemberangkatan tahun ini. Pertama, layanan Fast Track atau pemeriksaan imigrasi Arab Saudi kini dilakukan langsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kedua, pembagian Kartu Nusuk dilakukan lebih awal di asrama haji.
“Pemeriksaan pasport jemaah kita sebelum masuk ke Saudi akan diperiksa oleh imigrasi Saudi di Bandara Sultan Hasanuddin. Jadi, setibanya jemaah di Jeddah atau Madinah, mereka terus naik bus tanpa perlu melalui pemeriksaan lagi,” jelas beliau.
Termasuk pula pembagian Kartu Nusuk yang tahun di lakukan di asrama haji.
“Tahun lalu di Mekah, namun kali ini prosesnya di pindahkan ke asrama haji. Ini memberikan keyakinan kepada jamah bahwa mereka telah diterima secara rasmi oleh kerajaan sebelum berlepas lagi,” Kata Ikbal
Kemenhaj Sulsel juga mengingatkan jamaah umenjaga stamina karena cuaca di Arab Saudi diprediksi mulai memasuki musim panas. Para CJH disarankan memperbanyak konsumsi air putih dan mengenakan pakaian berwarna putih guna mengurangi penyerapan panas matahari.
“Kami memohon jamaah agar terus menjaga kesehatan. Termasuk obat-obatan yang diberikan dokter dimakan mengikut jadwal,” pesan Iqbal.
Data menunjukkan profil jamaah tahun ini sangat beragam. CJH termuda tercatat berusia 13 tahun yang berangkat menggantikan orang tua yang wafat, sedangkan jamaah tertua berusia 96 tahun.
Pemerintah juga memberikan prioritas bagi lansia di atas 65 tahun dengan kuota pendamping keluarga sebesar 5 persen.
Sebagai penutup, Iqbal Ismail menekankan pentingnya menjaga niat dan silaturahmi sebelum keberangkatan.
“Pesan saya kepada jamah , perbaiki niat. Hal ini penting kerena segala sesuatu bermula dari situ.
“Tolong perbaiki niat berhaji semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah. Mohon maaf juga kepada keluarga agar perjalanan kita diberkati dan meraih haji yang mabrur,” katanya menutup perbincangan.
Proses pemulangan jamah haji terakhir yakni kloter 43 akn selesai pada 1 Juli 2026.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan bertanggung jawab atas koordinasi, bimbingan, dan pelayanan jemaah haji di wilayah Sulawesi Selatan, guna memastikan kenyamanan jamaaj dari aspek akomodasi, transportasi, hingga kesehatan.
(*)





