
Aktivitas ini direncanakan berlangsung pada malam hari, sehingga tidak mengganggu operasional terminal yang lebih aktif pada pagi hingga siang hari.
Berdasarkan data sementara, jumlah pedagang yang berpotensi direlokasi mencapai sekitar 100 unit kendaraan.
Para pedagang pun disebut telah menyatakan kesiapan untuk menempati lokasi baru, terutama setelah infrastruktur terminal diperbaiki.
“Sekarang sudah tidak ada lagi alasan soal kondisi jalan, infrastruktur sudah kita benahi. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Tripika, serta instansi terkait untuk penertiban dan pengaturan,” ungkapnya.
Dalam mendukung pengembangan kawasan, Perumda Terminal Makassar Metro juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta di sektor transportasi.
“Termasuk rencana penyediaan pool layanan angkutan berbasis aplikasi di dalam terminal guna meningkatkan aktivitas dan daya tarik kawasan,” terangnya.
Selanjutnya, salah satu fokus utama diarahkan pada pengembangan Terminal Toddopuli menjadi ruang publik yang lebih fungsional dan bernilai bagi masyarakat.
Elber Maqbul, mengungkapkan bahwa penataan Terminal Toddopuli akan disesuaikan dengan rencana tata ruang serta arahan Wali Kota Makassar.





