
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan yang terdampak, yang dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.
Selain itu, penumpang juga diberikan opsi untuk melakukan penjadwalan ulang atau mengganti perjalanan dengan kereta lain yang tersedia.
“Kami memastikan seluruh pelanggan terdampak akan mendapatkan pengembalian dana penuh atau difasilitasi menggunakan perjalanan KA lainnya sesuai ketersediaan,” kata Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa proses normalisasi perjalanan terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan.
Secara terpisah, PT KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan sejumlah perjalanan kereta yang melintasi wilayahnya.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebut pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan kepada penumpang melalui SMS dan WhatsApp.
Sejumlah perjalanan yang terdampak di wilayah Daop 6 antara lain KA Banyubiru relasi Solo Balapan–Semarang Tawang (PP), KA Brantas (Pasar Senen–Blitar), KA Jayakarta (Pasar Senen–Surabaya Gubeng), KA Majapahit (Pasar Senen–Malang), KA Bogowonto (Pasar Senen–Lempuyangan), KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir (PP), serta KA Bangunkarta (Jombang–Pasar Senen PP).





