
“Ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha baru yang menopang kebutuhan program secara berkelanjutan,” tambah Rektor.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut bahwa intervensi gizi memiliki dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Berdasarkan pengamatannya di berbagai daerah, program makan bergizi menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi fisik anak.
“Anak-anak menjadi lebih bersemangat, nafsu makan meningkat, dan mulai terbiasa makan secara teratur,” katanya.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, akses makanan bergizi pada usia sekolah berhubungan erat dengan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta perkembangan kognitif jangka panjang. Program seperti MBG karena itu dipandang bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi biologis dan pendidikan.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 0,24 persen. Salah satu faktor pendorongnya adalah bergeraknya ekonomi lokal melalui kebutuhan pasokan bahan pangan untuk program MBG.
Ketika bahan baku diserap dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM, maka program gizi menghasilkan efek berganda: memperbaiki kesehatan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.





