
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menilai Unhas memiliki keunggulan karena mampu menyiapkan rantai pasok secara mandiri. Menurutnya, model perguruan tinggi seperti ini dapat menjadi contoh nasional.
Ia menekankan bahwa kesehatan tubuh berkorelasi kuat dengan produktivitas ekonomi. Individu dengan status gizi baik cenderung memiliki kemampuan belajar, bekerja, dan beraktivitas lebih optimal.
Melalui SPPG Tamalanrea 14, Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa kampus dapat memainkan peran baru dalam pembangunan: bukan hanya pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga tempat lahirnya solusi berbasis sains untuk persoalan gizi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. (*/dhs)





