
“Kami harapkan kepada Bapak Ibu agar senantiasa waspada terhadap penipuan yang beredar melalui WA maupun SMS,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ikbal menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait layanan haji, termasuk kartu Nusuk, hanya disampaikan melalui kanal resmi Kemenhaj dan petugas kloter.
Pihaknya juga mengingatkan jemaah untuk tidak memberikan data pribadi, seperti nomor paspor atau identitas lainnya, kepada pihak yang tidak jelas.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman tanpa terjebak dalam praktik penipuan digital. (*)





