
Munafri turut mendorong pertemuan rutin bersama berbagai pemangku kepentingan agar konsep kota inklusif dapat diwujudkan secara bertahap melalui langkah nyata.
Menurutnya, perhatian terhadap aksesibilitas tidak hanya menyangkut pembangunan fisik seperti trotoar dan taman kota, tetapi juga fasilitas pendukung seperti rambu khusus, penanda aksesibilitas, hingga lift ramah disabilitas di dalam gedung.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita Surakarta, Ahmad Rifai, menyebut inisiatif yang dijalankan bersama Pemkot Makassar merupakan bentuk dukungan terhadap visi kota inklusif yang diusung Wali Kota Makassar.
Ia menilai keterlibatan langsung penyandang disabilitas dalam proses pembangunan menjadi langkah penting agar fasilitas publik benar-benar dapat diakses seluruh masyarakat.
“Intinya, proyek ini merespons visi besar Pak Wali Kota tentang kota inklusif. Apa yang kami lakukan adalah upaya konkret untuk mendukung itu, dengan memastikan teman-teman disabilitas ikut terlibat dan berkontribusi,” katanya.
Rifai juga menekankan pentingnya penerbitan Perwali sebagai aturan teknis yang memperkuat implementasi Peraturan Daerah tentang disabilitas yang telah ada sebelumnya.





