
Prof. Ruslin menilai pendampingan intensif sangat penting untuk meningkatkan kualitas proposal, kemampuan presentasi, dan kesiapan tim menghadapi kompetisi nasional seperti PIMNAS.
Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., optimistis Unhas mampu kembali meraih prestasi tertinggi pada ajang nasional tahun depan. Ia mengapresiasi capaian mahasiswa dan dosen pendamping yang selama ini menjaga eksistensi Unhas di tingkat nasional.
“Walaupun saat ini berada di posisi dua, peluang untuk kembali menjadi juara umum masih sangat besar. Jumlah tim tidak selalu merefleksikan kualitas,” kata Prof. JJ.
Menurutnya, budaya ilmiah unggul harus terus dijaga melalui semangat pantang menyerah, inovasi, dan konsistensi pembinaan mahasiswa. Ia menegaskan keikutsertaan Unhas dalam PIMNAS bukan sekadar membawa nama kampus, tetapi juga kontribusi untuk Indonesia.
PIMNAS ke-39 dijadwalkan berlangsung di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2–7 November 2026 dan menjadi salah satu target utama Unhas.
Selain fokus pada riset dan inovasi, Unhas juga mencatat capaian nasional pada Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Tahun ini, Unhas menempati peringkat pertama nasional. Dari 104 tim yang mengikuti seleksi internal, sebanyak 18 tim mengirim proposal ke tingkat nasional dan enam proposal berhasil memperoleh pendanaan.





