
Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 15 lokasi urban farming aktif yang tersebar di Kota Makassar. Namun, beberapa lokasi masih membutuhkan dukungan sarana pengolahan sampah organik seperti rumah kompos dan fasilitas budidaya maggot.
Pihaknya juga terus mendorong kelompok tani untuk mengembangkan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi lahan yang tersedia agar produktivitas serta nilai ekonomi hasil panen semakin meningkat.
Menutup rapat tersebut, Melinda Aksa berharap kolaborasi lintas sektor yang sedang dibangun dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Makassar. Dengan demikian, pengurangan sampah organik, peningkatan produksi pangan lokal, dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara beriringan dalam satu sistem yang berkelanjutan.
“Harapan kami, model kolaborasi ini dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Makassar, sehingga pengelolaan sampah, urban farming, dan ketahanan pangan dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Melinda. (*)





