
Ia menilai seleksi tersebut menjadi momentum penting untuk menjaring figur terbaik yang mampu mengoptimalkan potensi zakat sekaligus memperkuat peran Baznas dalam mendukung pembangunan sosial di Kota Makassar.
Munafri juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui jabatan tertentu. Karena itu, peserta yang nantinya belum terpilih tetap memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi melalui berbagai ruang pengabdian lainnya.
“Yang terpilih bukan berarti paling sempurna, dan yang belum terpilih bukan berarti tidak mampu mengabdi. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar memberikan kepercayaan penuh kepada tim seleksi independen agar seluruh tahapan berjalan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, Baznas bukan sekadar lembaga pengelola zakat, tetapi juga instrumen penting dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, dan pengentasan kemiskinan.
“Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjadikan Baznas sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Kota Makassar yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.





