
Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, menegaskan bahwa CHIGANJING diharapkan menjadi gerakan nyata yang mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah.
“Program ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi penggerak perubahan kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kecamatan Wajo telah menyiapkan sistem pengangkutan sampah organik terpilah yang didukung 22 armada pengangkut sampah. Sampah organik yang telah dipilah nantinya akan diolah di TPS3R Satando, Kelurahan Malimongan Tua, sehingga tidak langsung dibuang ke TPA Antang.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Ia menyebut rangkaian kegiatan akan berlanjut pada Sabtu (6/6/2026) melalui aksi kerja bakti dan pawai lingkungan yang melibatkan Wali Kota Makassar bersama seluruh jajaran Pemkot Makassar.





