
Kegiatan tersebut akan berakhir di kawasan Makassar Creative Hub (MCH) yang menjadi pusat edukasi dan kampanye lingkungan. Masyarakat akan diperkenalkan dengan berbagai inovasi pengelolaan sampah, termasuk demonstrasi penggunaan River Screening Machine untuk membantu proses pengumpulan dan pemilahan sampah di sungai maupun kanal.
Selain itu, warga juga dapat mengikuti kegiatan penimbangan sampah, penukaran sampah menjadi suvenir, serta edukasi daur ulang sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
Helmy berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat menjadi pemicu lahirnya budaya baru dalam pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
“Jika kebiasaan memilah dan mengolah sampah tumbuh kuat di rumah, sekolah, tempat usaha, maupun lingkungan kerja, maka persoalan sampah akan jauh lebih mudah diselesaikan,” tuturnya.
Melalui peluncuran CHIGANJING, penguatan TEBA, serta optimalisasi TPS3R, Pemerintah Kota Makassar menargetkan terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota zero waste pada 2029. (*)





