
“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, solusi terbaik harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah sejak dini,” ujarnya.
Menurut Melinda, pemilahan sampah organik dan anorganik merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA Antang. Sampah organik, kata dia, masih mendominasi timbulan sampah dan memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos maupun budidaya maggot.
Karena itu, hanya sampah residu yang seharusnya berakhir di tempat pemrosesan akhir, sementara sampah yang masih memiliki nilai guna perlu dikelola kembali agar memberi manfaat ekonomi maupun lingkungan.
Melinda juga mengapresiasi berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah dijalankan Pemkot Makassar, termasuk pengoperasian sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Salah satunya TPS3R Satando di Kecamatan Wajo yang mulai beroperasi sejak Februari 2026.
Selain itu, Kecamatan Wajo juga telah mengembangkan Bank Sampah Unit yang mengelola sampah plastik dan minyak jelantah sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.





