
Menurutnya, Unhas telah membangun berbagai Thematic Research Group (TRG) yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 300 kelompok. Kelompok-kelompok riset tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat-pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menghasilkan inovasi berdampak.
“Kami berharap pusat kolaborasi riset yang telah dibangun dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai luaran yang bermanfaat. Ini bukan program jangka pendek, tetapi upaya berkelanjutan yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” jelas Prof. Nasrum.
Prof. Nasrum juga mengungkapkan gagasan pengembangan BRIONIC (BRIN-Unhas Innovation Center) sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan kapasitas riset Unhas dengan sumber daya dan jaringan yang dimiliki BRIN. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat posisi Indonesia Timur dalam peta riset nasional.
Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Unhas dalam mengembangkan ekosistem riset kolaboratif yang terintegrasi dengan program manajemen talenta nasional.





