Dukungan sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah juga tercermin dari penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga April 2026, kredit UMKM mencapai Rp61,66 triliun atau sekitar 36,05 persen dari total kredit perbankan. Pembiayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 904 ribu debitur, dengan dominasi pada segmen usaha mikro yang mencapai 56,75 persen dari total kredit UMKM.
Selain sektor perbankan, pasar modal juga menunjukkan perkembangan yang positif. Jumlah investor di Sulawesi Selatan mencapai 693.135 Single Investor Identification (SID), meningkat 67,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada investor reksa dana yang meningkat 68,49 persen secara tahunan. Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan instrumen investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Di sektor Industri Keuangan Non-Bank, berbagai jenis pembiayaan juga mengalami pertumbuhan positif. Outstanding pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp19,27 triliun atau tumbuh 1,23 persen. Sementara itu, outstanding pembiayaan fintech peer-to-peer lending meningkat signifikan sebesar 32,26 persen menjadi Rp2,52 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada industri pergadaian yang mencapai 61,08 persen dengan total pembiayaan sebesar Rp12,57 triliun.





