
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Dinas PU menemukan sejumlah saluran drainase yang selama ini tertutup bangunan lapak mengalami penyumbatan sehingga tidak berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.
“Setelah saluran dibuka, kami menemukan banyak bagian drainase yang mengalami penyumbatan dan tidak berfungsi. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air di kawasan tersebut sehingga perlu dilakukan normalisasi dan perbaikan,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah titik trotoar mengalami kerusakan akibat digunakan tidak sesuai peruntukannya. Permukaan trotoar tampak tidak rata, rusak, bahkan sebagian tertutup bangunan semi permanen milik pedagang.
Untuk mempercepat penataan kawasan, Dinas PU menerjunkan Satgas Drainase bersama Satgas Bina Jalan dan Jembatan (BJJ). Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembongkaran trotoar yang rusak, perbaikan konstruksi, pembersihan saluran, hingga normalisasi drainase agar kembali berfungsi secara maksimal.
Zuhaelsi menegaskan, pembenahan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertib, aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.





