MakassarNews

Penataan PKL Makassar Dinilai Humanis, Penelitian Unhas Siap Dipresentasikan di Konferensi Internasional Barcelona

Ia menegaskan seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif melalui dialog, sosialisasi, edukasi, hingga pemberian surat peringatan sebelum relokasi dilakukan.

“Pendekatan tentu lewat dialog dan edukasi yang membuahkan hasil positif. Di sejumlah lokasi, para pedagang bahkan membongkar lapaknya secara mandiri tanpa adanya gesekan,” katanya.

Munafri menjelaskan, penataan tersebut merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat, mulai dari kemacetan lalu lintas, terganggunya hak pejalan kaki, hingga tersumbatnya drainase yang memicu genangan dan banjir.

BACA JUGA  Unhas dan IKN Jajaki Implementasi Kendaraan Listrik Hasil Riset Kampus

“Setelah dibongkar ternyata di bawah lapak penuh sedimen, sampah, dan lumpur yang menyumbat saluran air. Ini menjadi salah satu penyumbang banjir karena air tidak dapat mengalir dengan baik,” ungkapnya.

Selain melakukan penertiban, Pemkot Makassar juga menyiapkan sejumlah lokasi relokasi agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya secara legal. Beberapa lokasi yang disiapkan di antaranya Terminal Daya, Terminal Malengkeri, kawasan GOR, Pasar Kampung Baru, hingga area Car Free Day Boulevard bagi pedagang yang memenuhi ketentuan.

BACA JUGA  Janji Menangkan, Danny Pomanto Kukuhkan Kordinator Tim Pemenangan DIA di Takalar

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button