
Ia mengungkapkan, hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan dalam konferensi akademik internasional di Barcelona sebagai bagian dari kajian mengenai pengelolaan ruang publik.
“Tujuan kami melakukan wawancara dengan Pak Wali Kota adalah mendapatkan data mengenai kebijakan relokasi pedagang kaki lima. Hasil penelitian ini nantinya akan dipresentasikan pada konferensi akademik di Barcelona,” ujarnya.
Abdullah menjelaskan, penelitian tidak hanya mengkaji proses relokasi, tetapi juga membandingkan kondisi pedagang sebelum dan sesudah dipindahkan, mulai dari tingkat pendapatan, perkembangan usaha, hingga dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar efektivitas kebijakan dapat diukur berdasarkan data ilmiah, bukan sekadar persepsi.
“Kami ingin melihat kondisi awal pedagang sebelum direlokasi dan bagaimana setelah direlokasi sehingga dampak ekonominya dapat diukur secara nyata. Jadi kebijakan ini tidak dianggap sekadar populis, tetapi benar-benar berbasis data,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama ini berkembang anggapan bahwa relokasi akan mematikan usaha PKL. Namun, menurutnya, pandangan tersebut belum pernah dibuktikan melalui penelitian yang komprehensif.





