
Menurutnya, kombinasi pola makan tinggi gula dan rendah aktivitas fisik dapat memicu obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko utama diabetes melitus.
“Konsumsi minuman berpemanis dan makanan tinggi gula yang berlebihan, ditambah kurangnya aktivitas fisik, menjadi kombinasi yang berbahaya. Diabetes pada usia muda bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, tetapi merupakan akumulasi dari kebiasaan hidup sehari-hari,” jelasnya.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes di dunia terus mengalami peningkatan dan diperkirakan mencapai lebih dari 850 juta orang pada 2050 jika tidak dilakukan upaya pencegahan yang efektif. Di Indonesia sendiri, diabetes menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular dan kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Karena itu, Dinkes Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan pola konsumsi anak sejak dini sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengenali gejala awal diabetes agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sering merasa haus, lebih sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lapar meski sudah makan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh.





