
“Program inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin maksimal,” katanya.
Memi menjelaskan, penyusunan inovasi tersebut melalui proses diskusi bersama mentor, pembimbing, hingga penguji sehingga implementasinya benar-benar disiapkan untuk menjawab kebutuhan organisasi, bukan sekadar konsep di atas kertas.
AKSI ASN dirancang sebagai jawaban atas tantangan pengembangan kompetensi lebih dari 23 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kota Makassar yang selama ini masih didominasi pola pelatihan konvensional.
Melalui sistem tersebut, BKPSDM membangun pemetaan kompetensi pegawai sehingga kebutuhan pelatihan dapat disusun secara lebih tepat sasaran sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harapan kami seluruh ASN dapat mengikuti pelatihan dengan lebih mudah sehingga peningkatan kompetensi bisa berjalan lebih cepat dan merata,” ujarnya.
Sebagai bagian dari inovasi tersebut, BKPSDM juga mengembangkan platform pembelajaran berbasis e-learning yang memungkinkan ASN mengikuti pelatihan secara fleksibel tanpa harus selalu mengikuti kelas tatap muka.





