
Melinda juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sampah jangan selalu dipikirkan hanya tanggung jawab pemerintah. Itu tanggung jawab kita bersama. Sampah kita, tanggung jawab kita. Mari menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing agar program ini berhasil dan Kota Makassar menjadi kota yang lebih bersih,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marini Ambo Wellang memaparkan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber melalui pemilahan menjadi empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, residu, dan limbah B3. Ia juga memperkenalkan berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti komposter, biopori, dan ember tumpuk, serta mendorong masyarakat memanfaatkan bank sampah agar sampah anorganik memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA. (*)





