
“Kenapa Makassar? Kami memiliki beberapa alasan, tetapi saya menampilkan tiga alasan utama. Yang pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, dengan ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City,” ujar Munafri.
Ia menjelaskan, letak Makassar yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II menjadikan kota ini sebagai pintu gerbang distribusi barang, jasa, dan tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur. Posisi tersebut dinilai semakin memperkuat peran Makassar sebagai simpul perdagangan nasional maupun internasional.
Menurut Munafri, investasi merupakan salah satu motor penggerak utama perekonomian Kota Makassar. Berbeda dengan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan yang mengandalkan sumber daya alam, Makassar bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, pelayanan yang cepat, serta kepastian bagi para pelaku usaha.





