
Di sektor industri, Munafri menyoroti Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang saat ini memiliki tingkat okupansi lebih dari 90 persen. Kawasan tersebut menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas unggulan dari sejumlah daerah, mulai dari kopi hingga hasil perikanan, sebelum dipasarkan melalui jalur ekspor dan impor.
“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar, kami siap untuk menerima investasi bersama-sama dengan supporting infrastruktur yang dimiliki oleh kota ini,” tegasnya.
Munafri menambahkan, potensi sektor perikanan, pertanian, industri pengolahan makanan, hingga dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin menjadi bagian dari ekosistem investasi yang memperkuat daya saing Kota Makassar sebagai tujuan investasi.
Menutup pemaparannya, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membuka ruang investasi seluas-luasnya bagi dunia usaha sekaligus menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh peserta Rakornas APINDO menikmati beragam kuliner khas Makassar yang menjadi salah satu daya tarik utama kota ini.
“Makassar terkenal dengan kuliner yang sangat nikmat. Jadi kalau di Makassar, peraturannya: dilarang diet,” tutup Munafri. (*)





