
“Apabila masih ada OPD yang belum memahami mekanisme SP4N-LAPOR!, hari ini adalah kesempatan untuk bertanya dan memahami bagaimana alur pengelolaan pengaduan yang benar. Jangan ragu untuk berdiskusi sehingga ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Daniati juga menjelaskan bahwa SP4N-LAPOR! dan aplikasi Lontara+ merupakan dua platform strategis yang menjadi sarana utama masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun pengaduan kepada pemerintah.
Menurutnya, kedua platform tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik menjadi lebih responsif, efektif, dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Makassar, Abdullah, mengatakan bimtek ini menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh admin SP4N-LAPOR! agar mampu mengelola setiap laporan masyarakat secara profesional.
“Hari ini ada dua narasumber yang hadir, jadi koordinasikan apa yang belum dimengerti karena ahlinya sudah ada kami hadirkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi dari Plt Kepala Bidang Humas Diskominfo dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan serta Pranata Humas Ahli Pertama Diskominfo Sulawesi Selatan. Keduanya memaparkan materi mengenai optimalisasi pengelolaan SP4N-LAPOR!, peningkatan kualitas pelayanan pengaduan, hingga penguatan koordinasi lintas instansi untuk mewujudkan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan akuntabel.





