
Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM, peningkatan kualitas pendidikan anak, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
“PKK harus semakin responsif dan adaptif. Kita tidak bisa hanya menjalankan program secara rutinitas, tetapi harus melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.
Dalam SMEP di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea, persoalan persampahan menjadi salah satu fokus yang mendapat perhatian Melinda. Ia mendorong kader PKK mengambil peran aktif dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah mulai dari rumah.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari lingkungan terkecil, terutama keluarga. Kader PKK dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Persoalan sampah ini harus kita mulai dari rumah. Ibu-ibu PKK harus menjadi contoh bagaimana sampah dipilah dan dikelola. Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA bisa kita reduksi,” jelas Melinda.
Melinda juga mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat kelurahan. Menurutnya, pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.





